Posts

Motret Jamur dengan Back Lighting

Image
Musim hujan memang sudah tiba, dikala musim seperti ini yang mana tiap hari kondisi cuaca begitu lembab karena guyuran hujan yang hampir tiap hari berkunjung, men-trigger spora-spora jamur untuk tumbuh subur. Melihat fenomena ini yang kebetulan ada di halaman rumah, kucoba explore dikit untuk iseng aja. Pagi tadi saat matahari tertutup awan membuat hari tampak sedikit redup, mencoba memotret jamur-jamur yang sedang tumbuh dengan suburnya. Kali ini aku coba untuk memotret Jamur dengan Flash lebih tepatnya menempatkan arah sinar Flash dari belakang obyek atau Back light, supaya mendapatkan detail edge dan rim light beserta efek-efek tertentu. Pertama, shot obyek dengan available light atau dengan kondisi cahaya yang ada mengandalkan cahaya matahari yang terdifuse oleh awan sehingga seperti Softbox alam yang sangat besar, sehingga membuat cahaya menjadi lembut. Pada kondisi ini mendapatkan Speed 1/60s F5.6 ISO 400, lensa 70-210/4-5.6 pada FL lebih dari 180mm handheld (gemeter euy!). Seben...

Wireless Trigger PT-04tm gak ada PC sync?? di modif aja!!

Image
Soal CLS (Creative Lighting System), Nikon emang jagonya, tapi type flash yang mendukung CLS adalah SB 600, SB 800 dan SB 900. Bisa dibilang ketiga jenis flash baru tersebut masih mahal buat kantongku, dengan asumsi SB 800 bekas harga 3 juta, mending uang sebesar itu dibelikan 3 flash dengan power yang sama seperti SB 800 (kurang lebih). Dengan memakai flash Nikon taun kuda gigit besi, tapi masih ok dipake, resiko kehilangan fitur CLS itu sudah pasti. Lalu gimana ngetrigernya?? daripada pusing ngetriger memanfaatkan mata kucing yang ada di flash Nikon SB 26, kuputuskan untuk membeli Wireless Trigger PT-04TM. Ada tapinya lagi nih, Trigger ini pada sisi perangkat receivernya gak ada PC Cord Sync, meski ada hotshoe-nya, aku males nancepin flash pada hotshoe receiver, kareta keliatan jangkung flashnya dan akan sulit untuk medapatkan pancaran yang pas bila dipasang di lightstand dan Umbrella Shotthrough. Ok langsung saja, karena perangkat receiver gak ada PC cord, akhirnya ketiga receiver y...

Work In Progress : Product Photography

Image
Minggu ini aku dapat assignment dari PT Rexplast (pastic packaging industries) untuk motret product, yang akan digunakan untuk sarana promosi berupa banner dan atau poster serta untuk kebutuhan lainnya seperti kalendar, souvenir dll. Konsep utamanya adalah croping ketat pada product. Karena client tidak menginginkan hasil produk-nya dipotret seperti hasil katalog, yang notabene mereka tidak jualan product tersebut, melainkan jualan jasa plastic packaging yang ingin menunjukkan hasil kualitas dari produk yang dihasilkan. Ok, sepulang ngantor selalu bongkar pasang studio pribadi didapur rumah untuk tempat pemotretan, mengatur komposisi, lighting, analisa POI dan review hasil setiap kali motret 1 jenis product. begitu seterusnya hingga semua produk selesai semua terekam dalam memmory SD kamera. Stay tune....

Site Wajib Para Strobist-Mania

Image
Anda yang suka bermain dengan lighting khususnya menggunakan Flash kecil seperti SB-800, SB-600, SB-80DX, 580EX, 430EX dsb, untuk menghasilkan sebuah karya fotografi yang luar biasa, sudah tepat bila fotografer atau hanya sekedar peng-hoby fotografi seperti ini disebut dengan STROBIST. Setelah berjalannya waktu untuk serius di dunia seni fotografi, ada beberapa jalur dari fotografi yang aku suka untuk dieksplorasi dengan harapan outputnya dapat dinikmati diantaranya Fotografi Makro dengan k amera Pocket+reversed Lens dan tak ketinggalan butuh Flash untuk lightingnya, Fotografi Still Life dan Fotografi gaya Strobist. Menurutku Style Strobist kurang tepat disebut "Style" tapi hanya menyebutkan dari fotografer tersebut yang melekat dengan karakter atau plakat penggunaan Flash Kecil dalam tiap pengambilan gambarnya. Tanpa panjang lebar, ada beberapa situs menarik yang patut dikunjungi bagi pecinta strobist, baik yang ingin belajar maupun meningkatkan skil dan wawasannya. STROBIS...

Lensa Impian

Image
Seperti yang telah aku tulis di blog beberapa waktu lalu, kalo hobi fotografi adalah hobi yang mahal bagiku. dan memang kenyataan itu juga gak bisa lepas dari yang namanya uang, entah itu hanya untuk sekedar membeli pernak-perniknya, apalagi sampai dengan lensanya yang notabene harganya bisa jauh lebih mahal ketimbang harga dari kameranya itu sendiri. Pingsan hingga kebawa mimpi kalo udah demam pengen punya lensa impian gak kesampaian :(( Pengennya bisa terus kesampaian hobi motret ini, nekad dan tekad juga bulat untuk menekuninya, lalu kalopun mo nekad, pastinya juga ada batasnya sampai mana kemampuan untuk memenuhi nafsu akan hobi ini. Kalopun punya tekad-pun apa hanya asal tekad dan nekad... tuh bingung sendiri kan.... aah intinya adalah, kalo ada duit, ya udah pasti kesampaian! titik!. Mau diterjang... bisa-bisa anak istri gak makan, bisa-bisa juga kelilit hutang yang susah untuk dibayar, yah... mo gimana lagi, saat impian itu menempel di hati dan kepala untuk bisa memiliki lensa-l...

Belajar Motret di Remang-Remang

Image
Ngomongin soal spesialisasi pemotretan di tempat remang-remang alias dengan kondisi low light, si RAMMA a.k.a Endramawan adalah jagonya. Hari sabtu kemaren, aku diberi kesempatan untuk belajar motret dengan kondisi low light pas acara Maia in Concert @ Colors Pub & Resto. Hmmm... dalam benak sebelum berangkat, kamera langsung kuganti dengan lensa 50mm karena lensa tanggungku (28-80mm) kayanya perlu dijadikan backup sementara waktu. Karena ini pengalaman pertama, jadi cuman kuatir aja bila pake lensa tanggung yang kupunya, bukaan diafragmanya kurang cepat, dan bisa berabe dah. Setelah nyebur ke Colors, kuberanikan maen iso tinggi hingga 800-1000, ternyata dengan F2.8 aja aku masih bisa pertahankan di speed 1/125 :D, asal lighting panggungnya pas. akhirnya demi memperlebar DOF, angkat lagi F-nya sampe diatas F2.8, dan masih bisa dapet Speed 1/100 dengan iso lumayan tinggi :D, gpp dah, gak takut ama noise.... hehehehe yang penting terus motret dan belajar hehehehe.... Sekali lagi teri...

Pengalaman Motret Liputan di Gereja

Urusan motret liputan acara akad nikah di tempat ibadah seperti masjid atau mushola sudah lumrah bagiku, tapi kalo motret liputan "Pemberkatan Nikah" di gereja, ini menjadi pengalaman pertama kali bagiku pada hari sabtu kemaren. Sempat kikuk juga client meminta untuk motret liputan di gereja, selain belum pernah ngeliput acara di gereja, juga karena tidak pernah masuk ke gereja :D. Berusaha untuk professional, aku menanyakan kepada client apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat digereja beserta tetek bengeknya, segala informasi aku mencoba mengerti dan pahami. Ternyata client hanya punya satu permintaan saja, "kalo motret dilarang di altar dan selama pemberkatan, boleh motret apapun". Ok deh, siap berangkat dan malam sebelumnya aku mencoba untuk berpikir dan membayangkan kira-kira suasana gereja bagusnya diambil dengan angle yang gimana yach.... Singkat kata dan cerita, acara berlalu dengan lancar, motret liputan juga berjalan baik-baik saja tanpa halanga...