Monday, December 26, 2011

Outbond at Grand Trawas Hotel 2011


Tepatnya tanggal 27-28 November 2011, kantorku mengadakan acara Outbond ke Grand Trawas Hotel yang wajib diikuti oleh seluruh karyawan tanpa terkecuali. Berhubung acara ini dikhususkan untuk karyawan saja, maka setiap karyawan dilarang membawa family-nya :D

Sebenarnya acara ini telah digulirkan sejak setengah tahun yang lalu, dengan perubahan jadwal dan tempat untuk berlangsungnya outbond kali ini. Tujuan pihak managerial melakukan outbond kali ini tidak lain untuk pembentukan team building sekaligus sarana silaturahmi antar staff atau karyawan agar saling mengenal satu sama lainnya meskipun dalam lingkungan kantor, dengan berbeda team pengerjaan project kantor, diharapkan dengan outbond ini dapat saling meniadakan kesenjangan antar karyawan.

Hari minggu tanggal 27 November sekitar jam 9 pagi, sebagian besar karyawan berangkat dengan meeting point di kantor dan selanjutnya berangkat ke Grand Trawas Hotel menggunakan mobil yang telah di sewa oleh kantor. nah aku kebetulan numpang mobilnya si big bos bersama 6 orang lainnya (sopirnya disini adalah my Big Boss hehehehe)

sekitar jam 11 siang rombonganku kebetulan sampai terlebih dahulu, berhubung jam cek in hotel masih 2 jam lagi, maka waktu tunggu digunakan untuk muter-muter melihat sekeliling hotel sambil menunggu rombongan lainnya datang.


Beberapa saat sebelum cek in hotel, tiap-tiap karyawan telah menerima pembagian kamar hotel dan menerima kunci masing-masing kamar. Setiap kamar dihuni oleh 3 karyawan dengan komposisi yang telah diacak dan ditentukan oleh pihak managerial. Kebetulan aku sekamar dengan Tony dan Surya.

Ini pertama kali aku ke Grand Trawas Hotel, kesan pertama fasilitasnya yang menurutku bagus juga, dengan fasilitas kamar mandi air hangat dan dingin, AC, View yang cukup menawan, kolam renang dan areal outbond yang cukup komplit siap memanjakannya.


Hari pertama diisi dengan acara bebas, ada yang berenang, bermain bilyar, karaoke, foto-foto narsis hingga ada yang cuman ngobrol ngalor ngidul.


Acara berakhir jam 11-an malam, semua karyawan diwajibkan untuk istirahat agar besok paginya dapat mengikuti serangkaian acara inti, yaitu dimulai dengan jelajah sawah sekitar jam 6 pagi dan dilanjutkan dengan team building dan outbond Flying fox, off road dll.



Hari senin pagi setelah acara terlaksana dengan sukses hingga senin siang, seluruh karyawan mempersiapkan diri untuk berkemas-kemas segala perlengkapan untuk segera kembali ke Surabaya. Capek, Seneng dan Puas.

Saat pulang tidak lupa beberapa rombongan mampir sejenak ke toko oleh-oleh untuk memborong cemilan dan buah-buahan yang siap dibawa ke surabaya untuk oleh-oleh keluar dirumah.

Wednesday, November 2, 2011

Rehat Dari Dunia Fotografi

Banyak yang mengajak hunting sana-sini, ada pula tawaran assignment motret product, ada pula beberapa rekan talent/model dari jakarta saat maen ke surabaya contact saya untuk difoto. Namun semuanya dengan berat hati saya menolak dengan berbagai alasan yang sekiranya mereka bisa memahaminya tanpa perlu tahu yang sebenarnya.

Dan yang sebenarnya terjadi adalah, kini sebagian besar peralatan fotografi mulai kamera dan lensa sudah tidak punya, alias terpaksa saya jual untuk tambahan uang muka pembelian gubuk mungil di pinggirian Surabaya, agar anak istri dapat berteduh tanpa gundah. Salah atau benar keputusan yang aku ambil? bagaimanapun juga, semua sudah terjadi. Dunia seni fotografi yang beberapa saat lalu hinggap, kini aku memaksa keadaanku untuk Rehat dari dunia fotografi. Peralatan yang tersisa hanya 3 buah flash dan aksesorinya, yang biasa aku pakai pemotretan commercial on the spot, tapi sekarang hanya tertata rapi di dry box menunggu saatnya kembali untuk menyinari berbagai subject yang ingin aku bidik.

Lebih dari 6 bulan sepertinya aku tidak lagi aktif dan bergeliat dengan hal fotografi, bahkan situs yang dahulu setiap kali menyalakan komputer selalu aku kunjungi yaitu Fotografer.net, kini tak pernah lagi aku tengok, mungkin hanya sesekali dalam sebulan aku intip sedikit. Sengaja juga sebenarnya tidak lagi membuka situs-situs tsb, karena terbesit rasa iri hati, mereka disana dengan leluasa momotret indahnya Ciptaan Tuhan di muka bumi, dengan geliat hiruk pikuk kehidupan, tapi aku kini harus memulai dari awal lagi untuk mengumpulkan semangat agar dapat membeli lagi mesin berserta perlengkapannya yang menangkap cahaya dan warna warni dari segala deret spektrum cahaya.

Setidaknya, aku dapat berteduh dari panasnya terik mentari, dan derasnya musim hujan yang akan kulewati akhir tahun ini bersama Istri dan anakku di dalam gubuk ini, hanya mereka yang menghangatkanku saat ini, mengisi riuhnya hari, senyum mereka lebih berarti dari benda dunia yang ada, dan Alloh-lah yang menjadi penguat hatiku. Meski mereka mendukungku dalam dunia penuh warna cahaya ini, tapi aku juga ingin mendukung mereka untuk bahagia dan sedih bersama dalam naungan atap yang berusaha kami dapatkan dengan keringat kami, meski tak lepas dari hutang untuk membayar KPR rumah :)

Sampai ketemu lagi, Insya Alloh bila ada takdir, semoga dalam waktu yang tidak terlalu lama, aku akan kembali membidik dan mencoba memberikan sharing-sharing di dunia penuh coretan cahaya. Untuk kembali lagi, mungkin memang butuh waktu, dan waktu itu akan aku isi dengan sesuatu yang berbeda, setidaknya dari waktu tsb, memberikan aku lebih leluasa untuk menggapai sesuatu nanti lebih baik. Amin......

CU.......

Memilih Kuas atau Rol Untuk Menge-Cat Tembok

Memulai mengecat tembok adalah hal yang menyenangkan, terlebih bila dilakukan sendiri bagi yang memiliki waktu senggang. Bagi yang menyempatkan diri untuk mengecat tembok sendiri, tentunya sudah mempersiapkan segala peralatannya.

Untuk mengaplikasikannya, sebenarnya ada beberapa cara, yaitu :
1. Menggunakan Kuas
2. Menggunakan Rol
3. Menggunakan Spray

Dari ketiga cara diatas, saya ambil 2 cara saja yang umum digunakan untuk melakukan pengecatan tembok bangunan khususnya rumah, yaitu menggunakan kuas dan atau Rol.

Memilih antara Kuas atau Rol sebenarnya juga perlu dipikirkan, terlebih untuk pencapaian hasil akhir. Untuk lebih jelasnya, apa saja kelebihan dan kekurangan menggunakan 2 media aplikasi diatas, mari kita simak bersama:

KUAS
1. Menggunakan kuas lebih menghemat pada penggunaan cat
2. Hasil akhir yang didapat (menurut saya pribadi) lebih rata atau halus, meskipun motif garis tipis yang terbentuk dari jejak kuas akan terlihat bila dilihat dari jarak yang sangat dekat
3. Waktu yang dibutuhkan lebih lama
4. Untuk area, sudut atau bidang yang sempit dan sulit, kuas adalah alat yang paling cocok
5. Meminimalisir cipratan cat pada bidang lain

ROL
1. Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pengecatan cukup cepat
2. Lebih boros dalam penggunaan cat sekitar 30 hingga 40 persen daripada penggunaan kuas
3. Penggunaan Rol ukuran paling kecil sekalipun, belum mampu menjangkau sudut tertentu pada dinding
4. Hasil akhir setelah pengecatan akan didapat motif kulit jeruk (beberapa daerah, tukang-tukang menyebutnya motif kembang jeruk)
5. Lebih banyak cipratan cat yang terjadi

Setidaknya saat melakukan pengecatan sudah tau apa yang akan kita capai pada hasil akhir nanti. Semua kembali ke selera masing-masing, atau mau mecoba beberapa bidang dahulu, satu bidang menggunakan kuas, lalu bidang lain menggunakan rol, tunggu hingga kering, dan baru anda bisa menilainya.

Selamat mengecat :)

Monday, October 31, 2011

Jenis Cat Tembok dan Ragam Jenis Brand

Tulisan blog kali ini sepertinya berbeda dengan tulisan saya akhir-akhir ini yang berkisar tentang fotografi. Agar lebih berwarna dan lepas dari kejenuhan, mungkin saja tulisan kali ini bisa memberikan beberapa pengetahuan, dan siapa tau dengan tulisan kali ini dapat nyrempet-nyrempet di dunia fotografi. Bisa menjadi inspirasi warna untuk background misalnya, atau lebih mengenal jenis cat apabila ingin cat interior dari ruangan client anda ingin difoto :D.
Ok yuuuuuk, kita bahas dikit yuuuuk soal Cat Tembok ini.

Setiap pemilik rumah, sudah pasti ada keinginan untuk mempercantik rumahnya, entah dari segi penataan ruangan, penambahan aksen dekorasi hingga permainan warna cat pada tembok atau dinding rumah.

Bagi kebanyakan orang awam, menganggap semua jenis cat adalah sama untuk penggunaannya, mungkin hanya kualitas berdasarkan harga yang mereka ketahui. Mereka terkadang membeli cat tembok untuk jenis yang sama dipakai untuk kebutuhan Interior dan Eksterior. Memang, selain ketidaktahuan tentang cat, juga masalah klasik yaitu "harga". Konsumen di Indonesia memang sangat sensitif terhadap harga, kualitas masih menjadi nomer sekian dibawah masalah harga.

Sudah banyak pula pengetahuan soal cat tembok yang tersebar di dunia Maya atau Internet, namun lagi-lagi, tidak semua memiliki akses ke ranah teknologi internet. Tapi setidaknya sharing sederhana di sini, dapat memberikan sedikit pengetahuan bagi yang belum mengetahui jenis dan beragam jenis brand Cat Tembok yang beredar di pasaran. Meskipun, brand Cat Tembok itu sendiri, sangat banyak sekali, dan disini hanya akan memberikan beberapa contoh yang familier dan cukup teruji dari kualitasnya di masyarakat.

Jenis Cat Tembok atau dinding Rumah untuk keperluan dekorasi, secara umum dibagi menjadi 2, yaitu:
1. Cat untuk Interior
2. Cat untuk Eksterior

I. Cat Interior
Cat Interior, dari formulasinya memang diperuntukkan untuk Interior rumah, jenis cat ini memang tidak diformulasikan tahan terhadap cuaca ekstrem apalagi di Indonesia yang memiliki cuaca sangat ekstrem antara panas dan hujan. Bila Cat interior dipaksakan untuk diaplikasikan pada eksterior rumah, barang tentu tidak akan bertahan cukup lama, mengelupas, pudar, mengapur dll sudah pasti menghinggapi cat tsb.

II. Cat Eksterior
Cat Eksterior memang dikhususkan untuk bagian eksterior rumah, Cat ini memang diformulasikan untuk lebih tahan terhadap serangan cuaca yang kerap kali berubah-ubah, mulai panas terik hingga hujan sekalipun. Biasanya hasil akhir dari cat eksterior secara umum adalah satin, atau semi gloss, atau seperti kulit telur. karena didalamnya memang lebih banyak resin acrylic.
Cat Eksterior dapat pula diaplikasikan di dalam ruangan atau Interior, hanya saja harga cat eksterior yang lebih mahal dari cat interior akan membuat over budget bila dipaksakan untuk Interior.

Sedangkan, Cat Tembok itu sendiri juga dibagi menjadi beberapa kelas berdasarkan kualitasnya, yaitu kelas bawah, menengah dan kelas Premium. Disini saya akan sharing contoh dari masing kelas yang umum dan banyak dipakai oleh konsumen Cat di Indonesia juga mereview sedikit berdasarkan pengalaman pribadi.

Ragam Jenis Brand atau Merk Cat juga banyak macamnya, mulai dari pabrikan ICI, Nippon Paint, Jotun, Danapaint, Propan dll.

1. Kelas Premium
Segment kelas menengah keatas untuk cat Tembok Premium memang tidak banyak ragamnya dibanding kelas bawah, selain harganya yang cukup mahal dengan menjamin kualitas yang yahud, juga sasaran konsumennya tentu saja yang memang peduli dengan berbagai faktor seperti aspek seni, kenyamanan, kesehatan dll. Karena Cat Tembok Premium biasanya pula memiliki beberapa fitur penting yang disertakan seperti, bebas mercury, anti jamur dan lumut, anti cipratan, juga green label atau ramah lingkungan dll. Cat Kelas ini sebagian besar dijual dalam kemasan Liter atau volume, berbeda dengan kelas menengah atau kelas value bawah yang cenderung menggunakan Kilogram dalam penjualannya.

Contoh brand atau merk cat Interior pada kelas ini antara Lain:
Dulux Pentalite
Cat produksi dari ICI ini mempunyai hasil akhir Matt atau dof, pengalaman pribadi memakai cat ini, sangat baik, daya sebar yang tinggi dan daya tutup yang baik pula.

Dulux Pearl Glo
Masih sama dengan Pentalite, yaitu produk dari ICI. Cat ini lebih mahal daripada Dulux Pentalite, dengan daya sebar yang relatif sama, daya tutup yang baik, dah hasil akhir semi gloss, menjadikan dinding anda yang memang benar-benar rata dan halus akan tampak lebih elegant. Tips: kalau tidak terpaksa dan dinding anda tidak rata atau halus, jangan memakai cat yang memiliki hasil akhir semi gloss, karena ke-tidak rataan dinding anda akan semakin terlihat.

Nippon Spotless
Cat produksi Nippon paint ini sangat bagus, fitur anti noda dan mudah dicuci menjadi andalannya, daya sebar dan daya tutup yang sangat baik serta ramah lingkungan. Hasil akhir cat ini adalah satin, atau dibawah semi gloss sedikit.

Nippon Matex Gold
Cat premium dengan hasil akhir dof atau matt, harga sangat bersaing, dengan hasil akhir saat kering bila disentuh sangat lembut dan halus, daya hiding atau daya tutup dan sebar yang sangat baik, tingkat kekentalan yang cukup tinggi.

Jotun Majestic Royale Matt
Sudah bisa ditebak dari namanya, produk dari jotun ini memiliki hasil akhir dof atau matt, daya tutup sangat baik, tingkat kekentalan sedang, dan daya sebar yang sedikit lebih rendah dibanding produk milik nippon paint. dan dari segi harga, type atau merk ini yang paling murah dibanding cat premium milik Jotun.

Jotun Majestic Pearl Silk
Hasil akhir satin dan mudah dicuci, menjadikan tembok anda terlihat elegant, daya tutup tinggi dan daya sebar cukup tinggi pula.

Jotun Majestic Optima
Cat milik jotun ini memiliki harga yang paling mahal diantara Majestic Pearl Silk dan Royale Matt. hasil akhir yang semi gloss atau semi kilap dan mudah dicuci dan tahan noda menjadi pilihan yang tepat dan bagus.

Selain beberapa brand yang saya sebutkan diatas, sebenarnya masih ada beberapa brand yang cukup bagus, meskipun saya pribadi belum sempat untuk mencobanya, seperti produk dari propan dengan Decorsafe dan Decorlotus yang tahan noda, produk dari Mowilex dll.

Contoh Brand untuk Cat Eksterior untuk kelas Premium antara lain:
Mowilex WeatherCoat
Hampir semua cat eksterior untuk kelas premium memiliki hasil akhir satin hingga semi gloss. tahan cuaca ekstrim, cat dari mowilex ini memiliki daya sebar yang tinggi dan daya tutup yang sangat baik.

Nippon WeatherBond
Cat Nippon ini sangat baik, dari segi daya tutup maupun daya sebarnya, karena kekentalan dari produk ini juga tinggi, sehingga saat melakukan pengenceran bisa lebih tinggi dan akan mendapatkan daya sebar yang baik. Perlindungan terhadap cuaca yang baik dan warna yang tidak cepat pudar. dan Setelah kering, cat milik nippon paint ini cukup halus saat diraba.

Jotun Jotashield dan Jotashield Extreme.
Kedua cat eksterior milik jotun ini juga sangat bagus, ketebalan film hasil akhir yang cukup tipis, daya tutup sangat baik dan daya sebar yang cukup baik pula, meskipun daya sebarnya masih kalah sedikit dibanding milik nippon paint dan Dulux Weathershield. Khusus yang memiliki embel-embel extreme, ketahanannya lebih baik daripada tanpa embel-embel extreme, dan tentu harga lebih mahal :), untuk yang memakai embel-embel extreme, setara dengan milik Dulux Weathershield max

Dulux Weathershield Pro dan Weathershield Max
Produk keluaran dari ICI Dulux memang tidak diragukan lagi, dari ketiga merk atau brand sebelumnya, milik dulux adalah yang paling mahal harganya. Dan produk dari Dulux ini cukup terkenal pula. dengan daya sebar dan tutup yang tinggi membuat cat ini sangat diperhitungkan. Ketahanan terhadap cuaca yang ekstrem juga sangat baik khususnya yang memiliki embel-embel Max.

Dari ke-empat produk diatas, pengalaman saya, untuk ketahanan rata-rata pada cuaca ekstrem seperti di indonesia, Nippon weatherbond dan mowilex Weathercoat sudah sangat memadai, harga yang wajar dan daya sebar yang sangat baik, juga kualitas yang tidak diragukan lagi, bahkan mampu hingga 5thn. Bila ingin ketahanan lebih dari 7-8thn, harga yang lebih mahal,kualitas yang baik pula? Jotun Jotashield Extreme dan Dulux Weathershield Max perlu diperhitungkan. Nippon paint sebenarnya memiliki produk yang sebanding dengan Dulux Weathershield Max dan Jotun Jotashield Extreme ini, yaitu Super Nippon Weatherbond, tetapi hingga saat ini masih belum menemui dipasaran surabaya dan sekitarnya.

2. Kelas Menengah
Cukup banyak brand yang mencoba bermain di kelas ini, bahkan pabrikan terkenal seperti ICI Dulux dan Nippon Paint juga melepaskan produknya untuk memenuhi kebutuhan konsumen di kelas menengah. Ada pula beberapa merk atau brand yang mencoba meraih hati konsumen dengan meningkatkan penyebaran marketnya, meningkatkan brand image dengan harapan dapat menempatkan hasil produknya pada jajaran kelas menengah, tapi lagi-lagi dari pengalaman penulis, hasil akhir dan kualitas yang didapat masih dibawah kelas menengah produk milik Nippon dan ICI Dulux.

Contoh Brand cat Interior untuk kelas menengah antara lain:
Nippon Super Vinilex dan Vinilex (5000)
Untuk kelas menengah, Saya pribadi lebih memilih produk milik Nippon ini, dari beberapa kali mengerjakan project menggunakan produk nippon, tidak mengecewakan. Bahkan beberapa waktu lalu, saya pribadi mencoba menggunakan Vinilex untuk Interior rumah saya. Daya tutup yang tangguh, dan daya sebar yang tinggi serta hasil yang cukup halus saat diraba menjadikan Vinilex patut diperhitungkan. Terlebih saat ini sepertinya Nippon juga sedang mendongkrak pemasaran produknya khususnya Vinilex yang memiliki desain kemasan baru membuat cat ini lebih dikenal masyarakat atau konsumen, meskipun masyarakat mungkin lebih banyak mengenal Catylac yang terlebih dulu sejak lama gencar mengenalkan pada masyarakat. Super Vinilex selama ini, saya belum menemukan fitur yang bisa menggunakan warna oplosan atau tinting system. beberapa kali memakai super vinilex, daya tutupnya lebih baik daripada vinilex, daya sebar yang sama, tetapi hasil akhir yang sepertinya cenderung lebih kasar ketimbang vinilex.

Catylac
Siapa yang tidak mengenal brand Catylac? hampir kebanyakan orang sudah pasti mengenal brand ini. Produk dari ICI Dulux ini memang bagus untuk kelas menengah, terlebih ditopang dengan nama besar ICI Dulux. Terlebih Catylac sudah berganti design kemasan dan formula baru, sepertinya tidak mau kalah dengan brand-brand baru yang tengah membidik kelas ini. Cat Catylac memiliki daya tutup dan sebar yang baik, hasil akhir dof atau matt, dan setelah mengering, hasil cat cukup halus, meski tidak sehalus vinilex (CMIIW). Dari segi harga terpaut lebih murah sedikit ketimbang Vinilex ataupun SuperVinilex.

Avitex
Produk dari Avian paint ini sepertinya banyak tersebar di surabaya dan sekitarnya, dan Cat ini juga mendobrak di kelas menengah, saya pribadi tidak dapat berbicara banyak mengenai Cat Avitex, karena belum pernah memakainya, sehingga tidak banyak yang dapat saya simpulkan dari Cat Avitex.

Paragon
Sebenarnya bingung juga mengelompokkan Cat Paragon ini. DIlihat dari segi harga masih dibawah Avitex (CMIIW) namun siapa yang tidak mengenal warna Putihnya paling putih dari Cat Paragon ini. Memang kebanyakan orang banyak yang memberikan jempol 2 untuk produk ini karena putihnya menjadi warna paling putih. Cat Paragon, saya pribadi sering memakainya pada plafon atau langit-langit juga dinding dari client yang memang menginginkan warna yang benar-benar super putih. Kalau dilihat dari daya tutupnya, memang masih dibawah Vinilex bahkan Catylac. Tapi dari segi putihnya, saya pribadi mengakuinya, putihnya memang luar biasa :)

Sebenarnya dipasaran kelas menengah sangat banyak sekali brand-brand yang bertebaran, ada juga Envitex, produk ini dilihat dari segi harga sebenarnya berani masuk di kelas menengah, namun pengalaman saya pribadi memakai cat ini, masih ragu menempatkan cat ini pada kelas menengah, karena kualitasnya menurut saya masih cukup jauh dibawah Vinilex dan Catylac. Pengalaman memakai cat ini, daya sebarnya terbilang cukup, daya tutupnya cenderung dibawah rata-rata sedikit. Bahkan 3x lapis kebanyakan masih berbayang.

3. Cat Kelas Bawah
Kelas ini banyak sekali berjubel dengan brand-brand yang banyak dikenal maupun tidak dikenal sekalipun. tidak banyak yang bisa saya tulis disini, karena tidak banyak yang pernah saya pakai dan tidak cukup pengalaman memakai cat pada kelas ini, mungkin hanya 1 atau dua merk saja. Pada kelas ini brand-brand penghuninya antara lain Komilex, Q-luc, Mawar, Aga, Cendana dll.


Kesimpulan

Baiklah, sepertinya perlu mengambil beberapa kesimpulan, meskipun ini bersifat Pribadi berdasarkan pengalaman pribadi di lapangan, dan bukan kesimpulan yang mewakili orang banyak ataupun dari perusahaan Cat sekalipun.

1. Pilihlah cat sesuai dengan penggunaanya, apakah untuk Interior atau exterior, meskipun ada beberapa brand yang memberikan keterangan cat dapat digunakan di Interior maupun eksterior, namun hasil cat yang khusus untuk interior ataupun eksterior saja lebih baik kualitasnya.
2. Disaat yang serba sulit saat ini, bijaklah memilih brand dan kualitas sesuai dengan kantong anda.
3. Biasanya Harga memang berbanding lurus dengan kualitasnya, namun ada pula brand yang tampaknya memberikan harga yang lebih tinggi bahkan terlalu mahal sedangkan kualitasnya bisa jadi sama dengan brand lainnya.
4. Jangan terlena dengan cat murahan sedangkan anda menginginkan hasil akhir yang istimewa. Cat lebih mahal mungkin hanya cukup 2x lapis sudah menutup dinding anda, dan daya sebarnya bisa luas, sedangkan cat murahan, bisa jadi 3 sampai 4x lapis agar bisa memiliki lapisan film yang mampu menutup dinding anda, ditambah daya sebar yang kecil, tentu membuat lebih banyak cat yang anda butuhkan, ini bisa jadi dana yang anda keluarkan lebih banyak ketimbang membeli cat yang lebih berkualitas.
5. Kecanggihan teknologin memang tidak dapat dihindarkan, Cat kelas menengah hingga premium yang dimiliki pabrikan-pabrikan terkenal mulai menyediakan pemilihan warna hingga ribuan warna, dan anda tinggal memilih warna yang diinginkan, kemudian mesin tinting system atau mesin oplos warna akan mengerjakan saat itu juga.

Happy painting...... ceriakan harimu dengan warna.... !!!!!

Wednesday, October 26, 2011

Dekorasi Sendiri Rumah dengan Cara Menge-Cat Tembok

Sejak 3 bulan lalu, sebelum rumah yang baru saja aku pinang ditempati, beberapa renovasi musti dilakukan, mulai inspeksi saluran pembuangan air, hingga apa saja yang kira-kira perlu dibenahi dan tentunya harus sesuai dengan budget yang ada.

Salah satu hal yang musti dilakukan saat itu, aku harus menge-cat ulang dinding temboknya, karena tembok lama sudah kusam, warna terlalu ngejreng dan bikin mata sakit, banyak cat yang sudah ngelupas, berkapur dll. Bila diserahkan ke tukang juga untuk nge-cat tembok, bisa bengkak nih budget. Daripada nyerahin kerjaan nge-cat ke tukang yang tentunya biaya yang musti keluar juga cukup banyak, akhirnya kuputuskan hal penge-cat-an rumah kulakukan sendiri. nekad nih ceritanya, karena belum pernah pengalaman ngecat rumah sebelumnya.



Browsing sana-sini, mulai dari bagaimana cat itu dibuat, brand cat apa yang musti dipakai, pemilihan warna interior dan eksterior, hingga treatment apa yang musti dilakukan pada tembok sebelum dicat akhirnya semua terlahap dalam satu bulan pembelajaran :) dipikir-pikir asik juga ternyata belajar soal warna dan cat tembok :D

Ok, sambil tukang yang ada mengerjakan beberapa renovasi yang kuperintahkan, secara tidak langsung aku ikut jadi tukang neh, alias terjun sendiri inspeksi dinding rumah untuk tahap awal sebelum melakukan pengecatan.

Inspeksi selesai, beberapa tembok memang musti di treatment neh, mulai ada yang harus dikerok, disikat, diplamir dan didempul, semua kulakukan sendiri. awalnya gak bisa mlamir tembok, tapi niat sudah bulat dan tekad atau nekad ya, juga sudah berkibar bak bendera sang saka merah putih (sambil lebay dikit ya... :P ) eeh... bekal belajar dari internet dan langsung ke tukangnya, bisa juga aku mlamir tembok kekekekeke. Alhamdulillah.

Capek, sering kali rasa malas hinggap bila memandang cat lama banyak yang musti dikerok dan ditreatment, tapi semua tidak boleh asal-asalan bila ingin rumah ini nyaman untuk ditempati, meski semua harus dilakukan sendiri karena keterbatasan budget :(

Treatment akhirnya selesai, pemilihan warna dan kombinasi warna untuk dekorasi juga sudah aku pelajari baik melalui majalah, brosur, hingga software untuk pemilihan warna cat tembok juga sudah aku lakukan. Saatnya survey catnya ke supermarket bangunan ataupun ke toko bangunan. mulai dari AJBS, Depo bangunan, hingga deretan toko cat di Baliwerti Surabaya.

Akhirnya dengan banyak pertimbangan, kuputuskan menggunakan beberapa type dan brand. Untuk Interior Warna dominan yang kupakai adalah warna Abu-abu yang terang, sedangkan anakku yang masih kecil minta kamarnya dicat warna Ungu, dan beberapa bidang dinding sebagai akses dekorasi kuputuskan memakai warna lain seperti hijau dan coklat kemerahan. Untuk eksterior, pemilihan warna yang cenderung pastel seperti warna kopi susu menjadi dominan, sedangkan pilar dan tembok yang langsung terekspose matahari akan aku cat warna coklat kemerahan, agar beberapa aksen dekorasi yang ada di interior memiliki warna atau feel senada dengan beberapa aksen di eksterior.

Atap plafon karena jarang tersentuh, aku pakai cat Paragon warna putih. Tahukan kalo cat paragon terkenal dengan warna putihnya? semua permukaan asbes dan plafon aku hajar dengan warna putih cat Paragon ini. lumayan juga ngecat plafon pake kuas, hujan cat dan belepotan cat tidak bisa dihindari. Bahkan rasa cat-pun pernah beberapa kali kurasakan.... (gak sengaja catnya nyiprat ke mulut :D )

Kamar anakku jadi sasaran pertama pengecatan, tidak lupa, aku cat dasar dulu dengan wall sealer (base coat/cat dasar) memakai vinilex wall sealer 5180 milik nippon paint. wall sealer ini yang akan membantu menutup pori-pori dinding yang sangat kecil, memperhalus permukaan, meningkatkan daya rekat cat akhir (top coat) ke dinding dan menahan beberapa garam alkali, jamur dll. setelah menunggu sehari, baru aku timpa dengan top coat Super Vinilex warna ungu (Code warnanya Magic Purple).



Cat Super Vinilex ini termasuk cat interior kelas menengah yang hasilnya lebih baik daripada Catylac. Cukup kental, daya sebar sangat baik, daya tutup bagus. Jempolan nih cat untuk kategori cat menengah, puas memakainya. 2 (dua) kali lapis, diding kamar anakku sudah cling warnanya.

Pindah ke kamarku sekarang. Seperti sebelumnya, aku base coat dulu dengan wall sealer. Warna dominan memakai Abu-abu terang cat Vinilex (4241P), sedangkan 1 dinding aku berikan sentuhan warna hijau menggunakan cat Matex Gold milik Nippon Paint juga.

Akhirnya mulai dari ruang keluarga dan dapur telah selesai. Khusus untuk kamar mandi, sebagian diding atas aku cat warna pink terang dengan cat Envitex, nah cat Envitex ini sebenarnya terpaksa, karena malas ke Depo Bangunan untuk membeli cat Nippon Paint, karena kupikir luasan didingnya tidak begitu besar, dan mungkin butuh cuman 1 liter cat, dan ternyata harga cat Envitex yang hampir mendekati harga cat tingkat menengah (catylac, Vinilex) kualitasnya mengecewakan dan jauh dibawah harapan. Daya tutup kurang, daya sebar sedang, 3x lapis masih ngebayang... hedeeeh, gak bakal pake lagi deh. Sebenarnya sudah curiga sejak mau mengaplikasikan cat Envitex ini. Saat dibuka tutup kaleng plastiknya, Hmmmmm..... harum banget, kupikir sih mantab nih cat tembok. kemudian aku coba oleskan cat tsb ke jari telunjuk sambil menunggu kering kurang lebih 15 menitan, aku goser-goser cat yang sudah kering tersebut, sepertinya terlalu banyak filler didalamnya. dan ternyata benar, daya tutup catnya tergolong rendah menurutku.

Untuk Eksterior, aku memakai Nippon Weatherbond dan Jotun Jotashield. Pengalaman memakai cat ini, Daya sebar Nippon Weatherbond lebih baik ketimbang Jotun, daya tutupnya lebih baik sedikit daripada Jotun Jotashield. Dari hasil akhir setelah mengering sempurna, Nippon Weatherbond juga lebih halus. Dari segi harga untuk warna yang sama, juga masih lebih mahal sedikit daripada Jotun punya.

Dan, dengan pengalaman ini, kesimpulan memakai beberapa jenis cat mulai tingkat menengah hingga kelas premium, sepertinya saya lebih memilih Produk dari Nippon Paint dengan berbagai pertimbangan mulai kulitas dan harga. Dan yang paling penting, puas dengan hasil men-dekorasi sendiri rumah meski hanya bermain dengan warna-warna cat tembok, sekaligus lebih tahu kualitas masing-masing cat tembok itu sendiri.

Yang perlu diperhatikan dalam memilih cat tembok adalah, bagaimana daya sebar cat tersebut, daya tutupnya dan terakhir barulah harga menjadi pertimbangan. Karena harga memang tidak lepas dari kualitas cat itu sendiri. Jangan beresiko menggunakan cat murahan, namun hasilnya tidak memuaskan dan ujung-ujungnya juga mengorbankan kepuasan itu sendiri dan bisa jadi harganya jatuh lebih mahal, karena musti minimal 3x lapis untuk mendapatkan daya tutup yang sempurna, itu berarti jumlah catnya juga pasti lebih banyak.

Saturday, July 2, 2011

Family Gathering 2011 RT 28 Taman Suko Asri @ Villa AHLAMI

Seminggu yang lalu tepatnya tgl 25 dan 26 Juni 2011, kampungku RT 28 Perumahan Taman Suko Asri mengadakan Family Gathering 2011. Sebagian besar warga mengikuti ajang 2 tahunan ini, sebagai sarana silahturahmi dan mempererat tali persaudaraan antar keluarga di RT 28.



Tujuan Famili gathering kali ini di Villa AHLAMI kota Batu - Malang. Sabtu pagi semua warga yang memiliki mobil sudah siap memarkir kendaraannya di lapangan fasum untuk didata dan di manage oleh panitia. Singkat cerita, sabtu siang, rombongan telah tiba di lokasi villa. Hingga senja menjelang, sementara tidak ada acara khusus. Namun saat malam menjelang, berbagai acara mulai dari games, api unggun, kembang api dll, dilaksanakan dengan penuh kegembiraan.




Tengah Malam lewat, acara selesai, sebagian ada yang beristirahat di kamar masing-masing, dan ada yang masih melanjutkan "melekan" dengan bermain kartu remi dan bernyanyi riang". Beruntung sekali di malam itu, cuaca sangat cerah, dingin menusuk tulang, dan bintang-bintang berhamburan di langit kelam. Aku melihat rasi bintang Scorpio tepat berada di atas kepala, kucoba untuk memotret disekitar gugus rasi Scorpio tersebut, karena dekat rasi bintang tersebut dekat dengan pusat gugus galaxy tempat kita bernaung, yaitu Milky Way atau Bima Sakti.

Kamera kupersiapkan di atas tripot, posisi zoom lensa pada wide, dengan speed sekitar 30 detik dibarengi iso sekitar 1000, kupotret pusat galaxy kita berada.



Sebelumnya disaat game dan acara lain berlangsung, kusempatkan untuk berfoto dengan keluargaku, ada beberapa foto yang menggunakan off shoe flash, dengan hanya menggunakan 2 flash saja.





Keesokan pagi, acara dimulai dengan senam pagi, hingga games dll, berlangsung sampai siang hari. Rupanya setelah melewati berbagai acara tsb, muka-muka kecapaian dan lesu telah menghiasi semua wajah-wajah, namun semua telah terbayar dengan riuh gembira acara Family Gathering ini.



Acara berakhir minggu sore, dan semua siap kembali ke kampung halaman tercinta di Surabaya Coret---> Sidoarja :D

Saturday, June 4, 2011

[Assignment] Model Cantik + Kerudung Trendy = Buku

Yap, Model Cantik + Kerudung Trendy = Buku!! gak nyambung kan? hihihi. 2 Bulan lalu, dapat job untuk pemotretan product fashion, tujuan dari sang client yaitu untuk pembuatan sebuah Buku yang berjudul "KERUDUNG TRENDI 31 PADU PADAN KERUDUNG DAN AKSESORI" sekaligus sarana promosi untuk REISA Boutique sebagai sponsor utama.

Konsep dan lingkup pemotretan telah matang untuk dieksekusi, yang perlu dicermati dari pemotretan kali ini adalah, Waktu!. Dari 30-an lebih produk yang musti dipotret, harus selesai dalam waktu 1 hari. Ya, tepatnya hanya 12-jam.

Dari 4 talent (model) yang seharusnya hadir, ternyata karena sesuatu hal, hanya 3 talent saja yang datang. ok lah. no problem, yang penting modelnya siap diperas kerja rodi kekekeke, ampun-ampun deh ntar pastinya hehehe.

Jam 7 pagi datang ke lokasi pemotretan, ngobrol bentar dengan client, kemudian, saya dibantu pak Anang (manager merangkap backup fotografer), Aryo (Backup Fotografer/Designer) mempersiapkan segala setting lighting, sedangkan team make up artis beserta yang punya butik memoles 3 model untuk segera menjadi pesakitan didepan kamera :D

Setting kamera disiapkan, hanya modal lensa Nikon AF-D 50mm/F1.8 dan Nikon D200 sebagai gear utama. Seting White Balance (WB), Warna/tone, Range aperture/diafragma untuk eksekusi telah selesai di test. Intinya, pemotretan dalam melibatkan manusia sebagai talent, dan fashion sebagai fokus subject, yang perlu diperhatikan adalah, membuat warna kulit senatural mungkin, untuk adjustment tone dari fashion yang dikenakan, dapat di adjust via Lightroom.

Mbak Nonie Rinjani memberikan beberapa arahan sekaligus telah memoles 3 talent, saatnya eksekusi. Untuk Lighting, kali ini menggunakan teknik cross lighting. dari 3 Flash yang dibawa, sebenarnya hanya 2 yang full dihajar sampai teriak-teriak. 1 sebagai main light, dan 1 lagi lainnya sebagai kicker dan separasi. Light modifier yang digunakan sebagai main lighting adalah Payung transparan dan untuk kicker menggunakan payung Black/White. Oh iya, ditambah Reflektor untuk mengangkat daerah shadow. Bagaimana tata letak lightingnya terhadap subject? kalian pasti sudah bisa memperkirakan dari foto yang ada dibawah ini.





Eksekusi maraton dan cepat adalah kuncinya, ternyata seluruh kru yang terlibat harus kerja rodi, mulai dari make up artist, ketiga model (Linda, Ajeng & Lily) dan lainnya musti kerja cepat tapi harus profesional.

3 jam Menjelang sesi pemotretan berakhir, tidak hanya aku yang mulai teler, ke-tiga model sudah kelihatan lelah, karena tiap model musti ganti pakaian 10 kali untuk project ini. Agar model terlihat fresh, saat pemotretan musti sering-sering diajak bercanda, untuk menutupi kelelahan tsb.

Akhirnya sesi pemotretan selesai jam 7 malam. semua peralatan musti dimasukin ke bagasi mobil, dan menuju rumah untuk istirahat.

Pihak client rupanya minta sesegera mungkin untuk menyerahkan hasil foto. Ke-esokan harinya seluruh file ditransfer ke kompi, dan import ke Lightroom. Postprocessing hanya dilakukan adjustment tone, dust removal, cropping dan sedikit exposure. Setelah kelar, langsung export ke TIFF.

2 Minggu setelah pemotretan, Pak Anang dibantu sang designer (Mas Aryo) mengirimkan 4 buah preview cover buku untuk divoting.



Hingga setelah 1.5 bulan kemudian setelah pemotretan, design cover no. 3 yang akhirnya diputuskan menjadi finalis, dan Kini buku tersebut rupanya telah terbit dan dapat diperoleh ditoko-toko buku seperti Gramedia dll.

So, silahkan mendapatkan buku tersebut di toko buku terdekat dengan anda. Untuk kalian yang cewe-cewe muslimah, masih ragu pakai jilbab? dijamin, pakai jilbab tetap terlihat cantik, dan trendy. seeeeep........

[Assignment] Foto Product End of Year

Disela vakum dalam dunia hunting foto kurang lebih hampir setengah tahun, belum lagi ditambah semua koleksi lensa terpaksa dijual untuk beli gubuk anak istri, kecuali tersisa lensa Fix 50mm saja, eh.. Akhir tahun 2010 dapat tawaran motret produk lagi dari salah satu client yang 3 Tahun berturut-turut selalu pakai aku sebagai fotografernya.

Dalam benakku sih, Alhamdulillah, mungkin rejeki yang harus aku jemput kali ya. Akhirnya aku masukin surat penawaran kepada client tersebut. Singkat cerita, PO kudapatkan, tapi permasalahan berikutnya datang, apa lagi kalo masalah lensa :( maklum, sudah gak punya lensa macem-macem, kecuali cuman 50mm. Ya wis, dengan tidak mengurangi profesionalisme kerja, harus bisa dan harus mantab hasilnya mesti hanya motret produk memakai 50mm.

Seminggu sebelum eksekusi, berturut-turut item-item yang musti dipotret terkumpul, client memberikan sample-sample item yang musti dieksekusi terlebih dahulu. Karena client ini selalu suka dengan konsep simple tapi detail, tidak butuh banyak melibatkan Post Processing yang njelimet seperti advertising, jadi aku seneng aja.

Hanya menggunakan kombinasi 2 hingga 3 off Flash shoe, background Kertas Duplex dan memakai alas acrylic putih, akhirnya semua produk dieksekusi satu-persatu hingga kelar.





Beberapa produk seperti sikat gigi, adalah salah satu item produk yang memerlukan ekstra akal-akalan untuk mendapatkan foto yang diinginkan. Khusus foto dibawah ini, hanya menggunakan 2 titik lighting, dan ujung sikat gigi dipegangi istri sebagai asisten dadakan.


Nah bagaimana dengan item produk dibawah ini? pertama memang susah gimana ngakalinnya, akhirnya cari kaca bening tebal 5mm, tiap sikat di tempel menggunakan glue gun (sejenis lem yang lemnya seperti lilin, entah apa namanya :D ) setelah proses eksekusi, beberapa lem yang terlihat dihilangkan menggunakan Photoshop :D



Ya wis, gitu aja kurang lebih proses eksekusinya. Walaupun ada beberapa item yang musti direvisi hingga 2 sampai 3 kali, karena client menghendaki komposisi yang lain.

Wednesday, June 1, 2011

Mencoba Keluar dari Bad Mooooooddd

Sudah lama rupanya tidak menulis di blog ini, dikarenakan terlalu tenggelam dalam arus rutinitas sehari-hari, mulai dari cukup tinggi load kerjaan kantor, mencari peluang atau ide bisnis yang juga belum bisa digapai hingga saat ini, Insya Alloh sebentar lagi kali ya, Amin. Balum lagi berbagai hiruk-pikuk urusan lainnya yang cukup menyita waktu dan sebagainya.

Hampir setahun tidak berbagi cerita mengenai segala hal yang kutemui, hingga pengalaman-pengalaman dan teknis-teknis soal potret menjepret ria.

Yah,.. kini kucoba lagi untuk tarik nafas dalam-dalam, dan mencoba melepas nafas ini kedalam tulisan yang semoga dapat menjadi bahan bacaan bagi para reader-reader di dunia maya ini!, bukan luna Maya lho ya.. :)

ok just stay tune ya...

Monday, January 11, 2010

Setelah Pemotretan Foto Produk

Sample Produk yang di Foto

Setelah pemotretan selesai, dan penyerahan file foto berupa JPG dan TIFF dalam bentuk cakram CD telah selesai serah terima, berikutnya adalah pengembalian seluruh sample produk yang telah dilakukan pemotretan.

Monday, December 14, 2009

[Assignment] Marathon Motret Product

Selama seminggu, Tiap malam sepulang kantor, selalu lembur hingga dini hari lantaran motret product dari PT Rexplast Corp, salah salah Perusahaan plastic packaging industries yang membuat berbagai macam kemasan plastik untuk produk-produk seperti milik Unilever, PT Usfi dll. Banyaknya product yang musti di potret, dan karakter product yang berbeda-beda, sehingga membuat sedikit frustasi saat pemotretan. Terlebih, client meminta konsep yang simple sebenarnya, dengan background putih dan refleksi di dasar subject, plus menonjolkan detail dari product yang dibuat oleh PT Rexplast Corp, mulai dari bentuk tube, cap, dll.

Pemotretan dilakukan dengan variasi 2 hingga 3 lighting, menggunakan dasar acrylic putih hingga kertas putih, reflektor dan lightshapping tambahan seperti snoot & gobo.

Salah satu hal yang tersulit adalah memotret subject yang cenderung transparan, dengan konsep background putih bersih, tentu menjadi kendala, karena detail dari subject bisa termakan oleh putihnya background karena backlight. Disini perlu adanya sedikit penjelasan kepada client mengenai karakteristik subject terhadap kondisi pemotretan. Bila dipaksakan misal menggunakan background yang kurang lebih bisa dibilang grey atau abu-abu lalu di edit dan ditempel pada bidang putih, tentu membutuhkan waktu yang sedikit lama, sedangkan client minta foto productnya bisa secepat mungkin selesai.

Tiap hari selalu recharge batere flash hingga kamera, dasar kamera D200 yang boros energy, 2 batere pun musti selalu di charge.

Setiap hari, 4-6 product yang selesai dipotret, langsung segera dikirimkan via email untuk masuk kedalam Preview, yang mungkin perlu direvisi oleh pihak client. Sehingga revisi foto product dan pemotretan product-product yang baru juga saling kejar-kejaran. Belum lagi bila client tetep ngotot untuk tetap menggunakan background putih bersih pada subject sangat transparan yang sangat tipis, detail dijamin hilang, seperti kasus botol Minyak Telon. Dengan meramu lighting dan konsep background, supaya hasilnya tetap menarik, dan detail tentunya dapat, maka didapat konsep gradasi terputus, soal penjelasan terhadap client, musti diusahakan.

Minggu ini adalah penentuan final seluruh foto product yang akan dipilih oleh client, sebelum hasil akhir di burn ke dalam cakram CD.

Berikut beberapa gelintir foto product, tanpa editing dsb, cuman nambahin framing, nempel logo PT Rexplast.

Monday, October 19, 2009

Review for My New Gear

Beberapa minggu lalu setelah Nikon D80 telah terjual, selang beberapa lama kemudian, kuputuskan untuk membeli kamera Nikon D200 sebagai pengganti yang lama. Sebenarnya sempat bingung dan ragu-ragu untuk ambil D200, mengingat kamera ini secara umur dan teknologi sepantaran dengan Nikon D80. Namun yang membedakan adalah level D200 yang berada diatas D80. Dengan grip yang mantab meski tanganku kecil, berat yang pas, dan body juga sudah terbungkus logam magnesium alloy.

Beberapa hari utak-atik kemera ini, rupanya bikin aku harus membaca-baca buku manualnya, karena kamera ini dijejali banyak menu yang belum ada pada kamera D80. Agak puyeng memang untuk memahami fitur-fitur yang baru buatku, tapi sebagai langkah awal, kucoba melalukan test dengan setingan default manufacture.

Pada seting default, warna atau tone dari D200 rupanya lebih natural, hanya untuk aku pribadi terlalu soft hasilnya. Dan seting default ini rupanya sangat cocok untuk pemotretan model, dengan hasil yang soft, natural tone (sebagian orang bilang warna "dull"). Rupanya kemera yang sudah kelasnya dibilang kelas Prof untuk DX (crop sensor 1.5 Nikon) perlu enhancement sana-sini untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan kebutuhan. Kesan pertama saat testing, metering lebih akurat, view finder lebih lebar, enaknya lagi status ISO yang dipakai bisa dilihat di view finder, pengaturan seting metering dan lainnya disediain dedicated button di body, sehingga gak harus melalui menu dahulu.

Testing berikutnya mulai untuk oprek-oprek menu supaya mendapatkan tone dan setingan sesuai kebutuhanku. mulai dari menaikkan sharpness, mempelajari tiap setingan tone, saturation dll. hingga akhirnya setelah lebih dari 80 jepretan, mulai kupahami beberapa hasil setingan yang telah di oprek-oprek.

Dan, saatnya untuk test the gear in real photography. Test lapangan pertama kayanya musti motret landscape nih, dan perlu dischedule motret Suramadu kayanya :D.

Monday, September 28, 2009

Hari Terakhir Sebelum "Bercerai" dengan "Istri Kedua"

Hari ini Insya Allah menjadi hari terakhir aku bersamanya, setelah hampir 2 tahun mengarungi dunia ini melalui matanya, menatap berbagai macam seberkas sinar yang meneranginya juga melalui matanya. Banyak kisah yang telah aku lewati bersamanya, aku bahagia bersamanya, tapi kini aku harus rela melepaskannya.

Hari terakhir sebelum aku kan menjatuhkannya talak 3 kepadanya, kurang lebih 2 minggu yang lalu. Malam ini kupastikan aku telah siap untuk tak melihatnya kembali. Sebenarnya sangat berat hati ini melepaskannya, tapi aku harus yakin bahwa ini adalah keputusan yang terbaik, Insya Allah.

Istri pertamaku bahkan tak merelakan aku untuk melepaskannya, karena dia tau bagaimana aku dan Istriku pertama bersama-sama saling mensupport untuk mendapatkan Istri keduaku, tapi semua, lagi-lagi aku harus menjelaskan bahwa ini dan semoga suatu saat nanti, kan datang kembali sesuatu yang lebih baik daripada keputusan ini atau mungkin mendapatkan suatu pengganti yang lebih baik lagi. Amiiin.

Dia yang kan kulepaskan adalah Camera Nikon D80 :(( selamat tinggal, semoga engkau nanti menjadi yang terbaik untuk orang lain. Aku rela....

-----------------------------------------------

Kok jadi lebay gini yo!!!??%$*%($&#

Sunday, September 27, 2009

Sekilas Pandang Saat Mudik Lebaran

Sebelumnya sudah selayaknya bila saya sampaikan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430H, dan segenap keluarga saya sampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya sekiranya ada suatu kesalahan yang saya perbuat di masa lalu baik disengaja maupun tidak.

Lebaran memang telah usai, namun selama libur lebaran tentunya banyak cerita yang kiranya dapat menjadi suatu kenangan. Dan kenangan itu dapat melalui tulisan, gambar maupun keduanya.

Mungkin saya mau menceritakan sekilas pandang saat liburan mudik lebaran kemaren. Dan saya akan menceritakan dari yang paling akhir dulu hingga awal, soalnya lagi bosen dan bingung bila cerita dari awal :D suka lupa &%$#&$

***********

Sebelum balik ke Surabaya hari sabtu kemaren, saat posisi mudik di kota malang, aku bersama istri dan ratu kecilku sempatkan untuk melepas penat ke BNS (Batu Night Spectacular). Selama mudik memang cuma membawa kamera pocket & kamera HP (handphone) agar simple bawanya, apalagi dikala mudik, tau sendiri gombal yang musti dibawa berapa banyak dan berat kayak mau boyongan rumah :D lebay kali!!!

Coba memotret salah satu wahana kursi terbang di BNS dengan kamera pocket, disetting manual, nyelow speedan, dan alhasil agak shake hasilnya :D dasar tangan ini kalo dibuat nyelow speed meski pake kemara pocket kok ya tetep aja hasil gambarnya seperti kena tremor :P


Dilanjut foto-foto narsis, minta tolong adik ipar untuk dipotretin, terus jeprat-jepret anak istri sendiri, mumpung anakku lagi endelata kalo pas ada kamera didepannya, mulai berpose pringas-pringis bak model kepanasan :D


Sebenarnya masih ada foto yang mau saya share disini saat bermain di area lampion, tapi males resizenya, tapi yang jelas asik bisa melepas penat bersama istri tercinta dan ucritku "Alya". Cuaca memang dingin, tapi jadi hangat bila seperti ini :D gimana gak hangat, lha wong lari sana kemari ngikutin anakku yang gak pernah bisa diem setiap melihat sesuatu yang belum pernah dia lihat, ya anggap saja olah raga joging dimalam hari.

Malam sebelumnya, mertua memang biasa bikin ketupat sendiri setelah beberapa hari lebaran berlalu, mungkin tradisi di lingkungan yang seperti itu. Ibu mertua terbiasa bikin sendiri ketupatnya, jadi beli beberapa ikat Janur (daun muda dari kelapa) lalu bikin sendiri ketupatnya, dan mengisinya dengan beras. Nah aku dan istri kebetulan kebagian tugas bikin ketupatnya, karena memang istri salah satu anggota keluarga yang bisa bikin ketupat, sedangkan aku dulunya emang pernah bisa, tapi saat langkah terakhir mengunci daun ketupatnya yang lupa. Tapi setelah diberitahu sama istri dan bapak mertua, jadi ingat gimana cara mengunci daun ketupatnya :D, dan sekaligus dapat ilmu bikin ketupat duduk dan ketupat kotak :D


Malang sebenarnya kota ke dua tempat mudik lebaran ini, sebelumnya, Kediri adalah tempat mudik pertama kali. Saat hari H lebaran, seperti biasanya, selepas sholat Ied, makan bersama keluarga besar, meski tidak semua keluarga datang, terutama cucu dan cicit dari nenekku. Jadi hanya sebagian kecil saja rupanya taun ini yang mudik ke kediri. Setelah makan lontong dan opor, dilanjut sungkeman, dimulai dari anak-anak dari nenek, kemudian cucu dan cicit secara berurutan sesuai dengan urutan anak tertua dari nenekku.


Acara yang paling ditunggu para cucu yang belum bisa cari duit sendiri alias belum kerja, yaitu Angpao, pembagian angpau seperti biasa bak antre sembako nih. sayang aku gak kecipratan :( hihihihihi, kan lumayan bisa buat nambahin buat beli lensa. nah ini foto sebagian yang lagi pamer angpao.


Foto keluarga adalah salah satu sesi setelah bagi-bagi angpao, dimulai dari foto keluarga para anak-anak dari nenek, dilanjut foto keluarga para cucu-cucu, tapi ini foto sempat diulang berkali-kali, gara-gara anakku gak bisa diem, tuh kan pas dijepret tingkahnya ada aja, pake gelimpungan tidur didepannya.


Secuil kegembiraan anakku dan ponakan, bermain di halaman rumah nenek yang cukup luas, sambil naik mainan truk yang terbuat dari kayu, dan bapaknya suruh narik truknya... cape deh...

Saturday, September 12, 2009

Macro of This Week

Seperti biasa, karena gak ada kegiatan motret-memotret, seminggu ini akhirnya aku putusin untuk motret sesuatu yang berhubungan dengan makro, gak perlu modal buat hunting, cuman ngeluarin sedikit tenaga buat melaksanakannya.

Bawa kamera pocket plus reversed lens dan extended flashnya ke kantor, ambil mainboard CPU yang rusak, lalu dipotret komponennya.


Keesokan paginya nyobain motret tombol yang ada pada remote TV. dan disela-sela minggu ini kebetulan ada acara Buka bersama dengan kantor, sekaligus bertugas meliput acara tersebut.



Dan weekend hari ini saat acara BakSos bersama Kopdar di salah satu panti asuhan depan rumah, kebetulan gak sempat ngeluarin gear. namun siangnya sempat menangkap satu lebah yang memiliki perut gari-garis ijo.


Oh ya, sempet juga ditodong istri untuk motretin makanan berbuka puasa yang katanya resep coba-coba.

Friday, September 11, 2009

Ringkasan Kegiatan Iseng Motret Minggu lalu

Semenjak bulan puasa ini, nyaris dan bisa dibilang tidak ada kegiatan motret yang bersifat hunting maupun commercial, adem ayem dirumah, menikmati hari dengan puasa dan mendekatkan diri ke Pemberi Rahmat seluruh alam Semesta. Amin.

Weekend yang lalu, perasaan jenuh banget. Ingin motret jadi suatu keinginan yang tiba-tiba dan selalu saja terpikir. dan iseng-iseng terbesit suatu konsep sederhana mengenai lighting, akhirnya kuputuskan untuk foto narsis dengan konsep simple aja. Yah, anggap aja lama gak berpose didepan kamera jadi musti dicoba foto diri sendiri untuk kali ini :D

Keluarin semua gear dan lighting kit, pasang, setup dan terakhir testing exposure. dan lanjut jepret beberapa kali :D


Selesai Narsis, kok ya masih pengen motret :( ya wis coba motret senjata untuk matret makro yang selalu aku pakai. gak neko-neko, cuman pengen motret senjata ini dengan white seamless. Saatnya mengatur lighting lagi, dan mengeluarkan acrylic, daaaaaan jeprett!!!


Sabtu malam minggunya juga bingung, ngapain ya, motret apa ya, lingak-linguk dari pagi kok gak ada serangga yang bisa dipotret nih buat makro. Ya wis, lagi-lagi ya wis, apapun jadilah, ambil obeng difoto, ujungnya kabel USB difoto pula :D


Masih belum puas, berpikir lagi apa yang bisa difoto lagi nih.... puter-puter dari kamar ke ruang tengah, terus ke dapur, terus ke kamar si kecil. hehehehe, ada sikat gigi yang baru dibeli istri buat ntar mudik lebara, tak sikat dulu aja. Dibuka tutupnya, taruh diatas meja komputer dan jepret lagi!!! oops, kok ada HP istri gletakan di meja komputer.... sikat lagi!!!


Dan beginilah tatanan lightingnya saat motret gear makro.


Terakhir kali, ditransfer ke komputer semua hasil fotonya, lalu diberkan frame dan upload deh :D gak bisa ngedit macem-macem, pengennya yang segala sesuatunya, didapat dari kamera, disetting dikamera, dikonsep semua di otak, diberikan sentuhan lighting dan terakhir hanya sedikit framing di komputer. semoga berkenan.

Sunday, August 16, 2009

Portraitur si Alya

Hari sabtu kemaren kebetulan lagi gak ada kerjaan atau jalan-jalan. Mumpung seharian di rumah bersama si kecil, kok perasaan pengen motret. Tapi apa yang musti dipotret ya... tiba-tiba muncul ide pengen bikin foto portratur dari putriku si Alya.


Jam 11 siang, langsung bongkar segala perlengkapan gear, mulai menurunkan background, pasang lightstand, pasang flash beserta light shapernya. Setelah semua peralatan telah pada tempatnya dan konsep simpel yang telah aku bayangkan juga sudah aku coba buat kali ini.

Tulisan kali ini akan aku jelaskan pula mengenai bagaimana untuk membuat foto putriku ini. Sebenarnya simple, dan tidak bermaksud menggurui, saya yakin semua juga pasti bisa, karena ini hal yang biasa saja, cuman ingin sharing disini.

Untuk memotret Batita seperti putriku ini, tentu sangatlah repot, tingkah polahnya yang gak bisa diem bikin ini bapaknya yang mau motret serba kudu cepet-cepet ambil aksi dan pinter-pinternya mengalihkan perhatian supaya si kecil menatap kamera.

Untuk pemotretan ini, menggunakan background warna hitam, agar sedikit terlihat ada bercak warna lain khususnya memberikan sentuhan separation pada daerah rambut agar hasil akhir antara rambut subject dan backgroud tidak menempel, maka di tembakkan flash dengan gel full CTB plus Snoot. Untuk main light, menggunakan payung bounce warna putih diletakkan sebelah kiri kamera. Agar lebih tercipta separation pada rambut & background, ditembahkan flash dari belakang subject menggunakan snoot plus gel 1/4 CTO.

Diagram lightingnya kurang lebih seperti ini


dan beginilah suasana studio untuk pemotretan tsb, studio yang dilengkapi dengan properti masak istri :D


Dari pemotretan ini dapat dilihat perbedaan saat hanya menggunakan background light dan hair light yang dinyalakan, kemudian pada gambar kedua dapat dilihat bila main light dan background light saja yang menyala tanpa ditambahkan reflektor di kanan kamera, dan terlihat area shadow terlihat jelas pada subject. dan gambar ketiga saat semua lighting di nyalakan plus ditambah reflektor untuk mengankat area shadow pada subject agar tidak terlalu gelap.


Kurang lebih seperti inilah proses pemotretannya, simple kan....