Monday, October 19, 2009

Review for My New Gear

Beberapa minggu lalu setelah Nikon D80 telah terjual, selang beberapa lama kemudian, kuputuskan untuk membeli kamera Nikon D200 sebagai pengganti yang lama. Sebenarnya sempat bingung dan ragu-ragu untuk ambil D200, mengingat kamera ini secara umur dan teknologi sepantaran dengan Nikon D80. Namun yang membedakan adalah level D200 yang berada diatas D80. Dengan grip yang mantab meski tanganku kecil, berat yang pas, dan body juga sudah terbungkus logam magnesium alloy.

Beberapa hari utak-atik kemera ini, rupanya bikin aku harus membaca-baca buku manualnya, karena kamera ini dijejali banyak menu yang belum ada pada kamera D80. Agak puyeng memang untuk memahami fitur-fitur yang baru buatku, tapi sebagai langkah awal, kucoba melalukan test dengan setingan default manufacture.

Pada seting default, warna atau tone dari D200 rupanya lebih natural, hanya untuk aku pribadi terlalu soft hasilnya. Dan seting default ini rupanya sangat cocok untuk pemotretan model, dengan hasil yang soft, natural tone (sebagian orang bilang warna "dull"). Rupanya kemera yang sudah kelasnya dibilang kelas Prof untuk DX (crop sensor 1.5 Nikon) perlu enhancement sana-sini untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan kebutuhan. Kesan pertama saat testing, metering lebih akurat, view finder lebih lebar, enaknya lagi status ISO yang dipakai bisa dilihat di view finder, pengaturan seting metering dan lainnya disediain dedicated button di body, sehingga gak harus melalui menu dahulu.

Testing berikutnya mulai untuk oprek-oprek menu supaya mendapatkan tone dan setingan sesuai kebutuhanku. mulai dari menaikkan sharpness, mempelajari tiap setingan tone, saturation dll. hingga akhirnya setelah lebih dari 80 jepretan, mulai kupahami beberapa hasil setingan yang telah di oprek-oprek.

Dan, saatnya untuk test the gear in real photography. Test lapangan pertama kayanya musti motret landscape nih, dan perlu dischedule motret Suramadu kayanya :D.

No comments: