Posts

Showing posts with the label Tutorial

Portraitur si Alya

Image
Hari sabtu kemaren kebetulan lagi gak ada kerjaan atau jalan-jalan. Mumpung seharian di rumah bersama si kecil, kok perasaan pengen motret. Tapi apa yang musti dipotret ya... tiba-tiba muncul ide pengen bikin foto portratur dari putriku si Alya. Jam 11 siang, langsung bongkar segala perlengkapan gear, mulai menurunkan background, pasang lightstand, pasang flash beserta light shapernya. Setelah semua peralatan telah pada tempatnya dan konsep simpel yang telah aku bayangkan juga sudah aku coba buat kali ini. Tulisan kali ini akan aku jelaskan pula mengenai bagaimana untuk membuat foto putriku ini. Sebenarnya simple, dan tidak bermaksud menggurui, saya yakin semua juga pasti bisa, karena ini hal yang biasa saja, cuman ingin sharing disini. Untuk memotret Batita seperti putriku ini, tentu sangatlah repot, tingkah polahnya yang gak bisa diem bikin ini bapaknya yang mau motret serba kudu cepet-cepet ambil aksi dan pinter-pinternya mengalihkan perhatian supaya si kecil menatap kamera. Untuk p...

Workaholic Photo Shoot

Image
Sebenarnya hari jumat setelah pulang kantor, diadakan futsal bersama dengan rekan-rekan kantor Suryasoft dimana tempatku bekerja, inginnya motret suasana futsal. Berhubung males, akhirnya ngobrol dikantor dengan salah rekan kantor yang kebetulan beliau juga fotografer Colors Pub & Resto, beliau adalah pak Endramawan a.k.a Ranma. Ngobrol sana-sini berkisar soal fotografi di ruangan Pak Endra, karena tangan gatel pengen motret, juga karena sudah bawa gear ke kantor, kuputuskan untuk motret pak Endra sajalah. Terlintas suatu konsep yang sebenarnya juga sudah banyak diulas di situs www.strobist.com, bahkan konsep ini juga biasa dipakai oleh avatarnya si david hobby. Disini tidak bermaksud untuk membuat konsep baru, hanya sedikit improvisasi saja dan bahkan mungkin cenderung sama. Tapi ada yang bertanya bagaimana untuk mendapatkan seperti ini. Dengan cara penulisan bahasa keseharian, aku coba untuk menuliskan semudah-mudahnya, semoga dapat dimengerti :D Ok ini hasil akhir yang aku dapat...

Sync Speed, Flash Duration & Coverage Flash Angle (bagian 2)

Image
OK ketemu lagi dalam artikel pemahaman mengenai flash, kali ini saya akan mengulas sedikit mengenai Sync Speed, Flash duration & Coverage Flash Angle. Tulisan ini merupakan bagian ke - 2, Untuk membaca bagian satu mengenai Konsep Flash GN dapat dibaca disini Konsep Dasar Tentang Flash GN - Guide Number (bagian 1) atau dapat dibaca disini dan atau disini . Sync Speed & Flash Duration Saya kira masih banyak yang masih bingung dan mungkin malah terbalik dalam memahami antara maximum sync speed shutter dengan Flash Duration. - Max Sync Speed adalah kecepatan shutter maksimum dimana flash akan synchron, artinya: flash menyala pada saat shutter sudah terbuka penuh dan belum menutup kembali. Umumnya max sync speed tiap kamera berbeda (lihat buku manual kamera anda) antara 1/200 sec sampai 1/250 sec, bahkan ada yang memiliki sampai 1/500 sec (Nikon D70/s dan D40). Jika max sync speed ini dilampaui dalam artian kecepatan speed melampauinya, biasanya akan terjadi foto yang sebagian gela...

Metering Saat Menggunakan Flash

Image
UPDATE : Tulisan ini saya posting setelah sadar dari ingatan saya saat dulu ikut bantu ayah tiri saya motret wedding menggunakan kamera nikon analog dan flash metz kalo tidak salah, beliau berkata, "arahkan saja flashnya agak ke atas mempelai, nanti tinggal rubah diafragmanya saja untuk menambah dan mengurangi cahayanya" dan sekarang baru ngeh konsepnya kenapa bisa begitu :D. Sebelum melanjutkan pokok bahasan "bagian 2" yang merupakan kelanjutan dari topik : Konsep Dasar Tentang Flash GN - Guide Number (bagian 1) atau dapat dibaca disini dan atau disini . Saya akan memberikan beberapa aturan penting yang musti diingat pula saat bermain dengan lighting. Ok langsung aja to the point ya, saya akan memberikan sedikit ulasan tentang aturan penting Metering saat menggunakan Flash. Karena saya yakin masih banyak yang bingung saat menggunakan flash, bagaimana mengatur power agar exposure yang didapat sesuai dengan yang diharapkan. KEY : 1. Saat menggunakan FLASH, untuk mer...

Konsep Dasar Tentang Flash GN - Guide Number (Bagian 1)

Flash Guide Number mempunyai defini sesuai dengan formulanya adalah perkalian antara jarak (distance) dan f# (f/number/diafragma/aperture) pada ISO tertentu, untuk memperoleh suatu "exposure" yang "tepat". Formula GN adalah : GN = f# * d d = distance/jarak flash ke subject f# = Aperture/Diafragma Suatu contoh, apabila flash menghasilkan exposure yang tepat pada f/5.6 dan jarak subject ke flash (d) adalah 10 meter, pada ISO 100, maka flash tersebut mengeluarkan cahaya dengan GN = 5.6 * 10 = 56 jadi GN = 56 (ISO 100 - meter). GN dapat pula dinyatakan dalam satuan jarak feet, bila diambil dari contoh diatas, 'd' atau jarak 10 meter = 32.8 feet (1 foot = 30.48 cm ; 1 meter = 3.28 feet). Jadi GN flash adalah = 5.6 * 32.8 = 184 (ISO 100 - feet). Pada flash, biasanya diketahui (pada buku manual) mempunyai GN tertentu, dan GN tersebut adalah GN maximum dari flash tersebut. Katakanlah mempunyai GN 56 (ISO 100 - meter), dengan menggunakan aperture f/5.6 jarak maximum ...

Menggunakan Snoot & Gobo

Image
Sudah banyak yang upload Foto dengan teknik strobist yang menggunakan snoot, baik snoot yang murah meriah terbuat dari kertas atau alumunium foil sekalipun atau Snoot yang dibuat lebih baik. tapi intinya fungsinya tetap saja adalah sebagai snoot. Karena berbagai pertanyaan banyak yang meminta contoh beberapa penggunaan snoot & Gobo terkait posting saya mengenai Lapak Snoot, Strap & Gobo. Seperti yang sudah diketahui, bahwa snoot untuk mengkonsentrasikan cahaya, sedangkan Gobo untuk blocking sumber cahaya agar tidak langsung mengenai lensa yang dapat mengakibatkan Flare. Berikut adalah contoh foto yang di foto menggunakan 2 Flash, baik menggunakan Snoot maupun menggunakan Gobo. Pada barisan foto diatas, pada Foto pertama hanya menggunakan 1 Flash + Snoot Ver. 1.0, cahaya hanya terkonsentrasi pada daerah wajah saja, karena menggunakan Snoot dengan jarak kurang lebih 1.5M sebelah kiri kamera. Pada Foto kedua, menambahkan kicker atau rimlight pada sebelah kanan kamera dan dibelakan...

Motret Jamur dengan Back Lighting

Image
Musim hujan memang sudah tiba, dikala musim seperti ini yang mana tiap hari kondisi cuaca begitu lembab karena guyuran hujan yang hampir tiap hari berkunjung, men-trigger spora-spora jamur untuk tumbuh subur. Melihat fenomena ini yang kebetulan ada di halaman rumah, kucoba explore dikit untuk iseng aja. Pagi tadi saat matahari tertutup awan membuat hari tampak sedikit redup, mencoba memotret jamur-jamur yang sedang tumbuh dengan suburnya. Kali ini aku coba untuk memotret Jamur dengan Flash lebih tepatnya menempatkan arah sinar Flash dari belakang obyek atau Back light, supaya mendapatkan detail edge dan rim light beserta efek-efek tertentu. Pertama, shot obyek dengan available light atau dengan kondisi cahaya yang ada mengandalkan cahaya matahari yang terdifuse oleh awan sehingga seperti Softbox alam yang sangat besar, sehingga membuat cahaya menjadi lembut. Pada kondisi ini mendapatkan Speed 1/60s F5.6 ISO 400, lensa 70-210/4-5.6 pada FL lebih dari 180mm handheld (gemeter euy!). Seben...

Canon PS A570 IS menggunakan Reversed Lens (bagian 2)

Image
Setelah tanya-tanya dengan Mas Yoddy dari FN (Fotografer.Net) dan browsing di artikelnya FN, saya memulai mencoba utak-atik settingan di kameranya. Saat pertama pasang lensan reversednya, di layar LCD akan terlihat vignetting, tapi jangan kuatir dengan vignetting tersebut. Berikut adalah langkah setingannya : 1. Zoom kamera hingga di layar LCD tidak terlihat vignetting, tapi bila masih terdapat sedikit vignetting dapat dicrop di komputer. Gambar diatas, pas saat vignetting terlihat lalatnya, pas setelah tombol shutter ditekan, eh lalatnya kabur :( 2. Pilih mode Manual (M) di kamera. 3. Untuk Focusing pake MF (Manual Focus) 4. Pakai setingan ISO yang rendah atau paling mudah pakai saja 100. 5. Bila obyeknya adalah serangga yang agresif akan kecepatan larinya, usahakan memakai shutter speed sekitar 125-200, untuk menghindari getaran tangan. karena menggunakan reversed lens, jarak lensa dengan obyek kurang lebih 2-3 cm. Dapat dibayangkan, getaran tangan akan terasa disini, dan lebih baik ...

Canon PS A570 IS menggunakan Reversed Lens (bagian 1)

Image
Kali ini saya akan menjelaskan gimana caranya mengakali Camera Pocket Canon PowerShot A570 IS untuk Macro Photography menggunakan Reversed Lens (lensa dibalik). Pada bagian 1 (pertama) ini, hanya dijelaskan singkat mengenai peralatan apa aja yang diperlukan untuk Macro Photography menggunakan kamera Pocket, dengan cara menambahkan lensa 50mm yang posisinya dibalik alias Reversed, atau disebut juga dengan reversed lens. Peralatan yang dibutuhkan adalah : 1. (Harus punya) Camdig pocket, disini khususnya menggunakan Canon PowerShot A570 IS 2. Conversion Lens Adapter 3. Reversed Ring 4. Lensa SLR Analog 50mm Langkah-langkah merakitnya mudah saja, yaitu : 1. Pasangkan Conversion Lens Adapter pada Camera, jangan lupa buka dulu tutup ring lensanya di pangkal lensa tersebut, lalu pasang dan jangan sampai kendor, ntar bisa-bisa pas mau motret malah jatuh. Selain menggunakan Conversion lens adapter, beberapa teman di internet malah ada yang radikal caranya dengan menggunakan pipa paralon malah a...

Belajar dari Camera Simulator

Untuk belajar dan mendalami tentang dasar-dasar fotografi dan penggunaan kamera seperti Aperture dan Shutter Speed, situs photonhead.com patut menjadi rujukan yang sangat bagus. Didalam situs tersebut disediakan camera simulator, sehingga dapat dicoba dengan berbagai kombinasi settingan aperture dan shutter speed, dan hasilnya langsung dapat dilihat. Tidak hanya simulator aperture dan shutter speed, ada juga film speed dan camera shake simulator. Langsung aja deh meluncur ke sini .

Apa itu Aperture atau Diafragma? (Part 1)

Image
Didalam dunia fotografi, pasti ada istilah Aperture atau Diafragma. Aperture atau Diafragma berguna untuk mengatur banyak sedikitnya intensitas "volume" cahaya yang masuk kedalam kamera yang ditangkap oleh sensor/film. Alat ini biasanya terletak di belakang lensa, tersusun dari lempengan logam yang sangat tipis, sehingga bisa diatur agar bisa membuka lebih lebar atau menyempit. Dibawah ini gambaran umum diafragma yang ada di kamera: Biasanya penulisan angka-angka diafragma atau aperture pada kamera seperti berikut ini : f/2, f/2.8, f/4 dst. seperti gambar diatas. Perlu diketahui, semakin kecil angka diafragma akan semakin banyak cahaya yang disalurkan oleh lensa kedalam kamera. Pada dasarnya Apertuer itu sendiri adalah lubang ditengah-tengah bilah besi diafragma, dimana cahaya dapat masuk atau nyelonong dalam sebuah lensa. dan besar kecilnya lubang itu sendiri tidak lain diatur dengan bilah-bilah diafragma. Rumus dasar dari angka diafragma diperoleh dari perbandingan antara p...

Belajar Fotografi

Sudah lama pengen belajar fotografi, dan balik lagi alasan klasik, cameranya yang gak punya :D. Tapi tak apalah, anggap aja sedia payung sebelum hujan. Jadi sebelum punya camera DSLR, gak ada salahnya bila belajar dulu segala hal tentang fotografi. Mulai dari browsing di internet, sharing di forum dan temen-temen, sampai baca-baca buku fotografi. Dengan begitu udah lumayan dapat pengetahuan. Dari hasil itu semua, aku mo membagi ilmu sedikit, dimulai dari dasar-dasar pengenalan teknis seperti apa itu Diafragma, Shutterspeed dan sebagainya. Ok tunggu aja tulisan blog-ku berikutnya yang akan memberikan penjelasan pengenalan dasar teknis camera. Sedikit bocoran... pertama akan mengulas tentang apa itu Diafragma.